Hari Keempat, Massa Demo Buruh Datangi Gedung Graha Kepri, Tolak Hasil UMK 2022
Baram || Istanarakyat.net Massa buruh membuktikan janjinya untuk kembali menggelar aksi terkait UMK 2022.
Gedung Graha Kepri di Batam Center menjadi salah satu lokasi mereka untuk menyuarakan tuntutannya.
Beberapa buruh tersebut berasal dari berbagai aliansi Serikat Pekerja dan Serikat Buruh (SPSB) di Kota Batam.
Mereka berjalan dalam konvoi menuju Gedung Graha Kepri dari berbagai titik kumpul di pabrik maupun perusahaan tempat bekerja.
Selain di Batam, aksi serupa dijadwalkan juga terjadi di Kantor Gubernur Kepri.
Serikat buruh di Bintan juga rencananya menggelar aksi serupa hari ini, Kamis (9/12/2021).
Berbeda dengan Batam dimana UMK 2022 ditetapkan naik Rp 35.429 dibanding UMK 2021, UMK Bintan 2022 malah tidak mengalami kenaikan atau tetap di angka Rp 3.648.714,00.
Pantauan awak media pada hari ketiga, massa buruh tampak tidak seramai dua hari sebelumnya.
Tidak seperti hari kedua lalu, situasi demo di Gedung Graha Kepri, Batam Center, Batam pun tampak masih kondusif.
Berbeda dengan hari kemarin, tidak ada pagar kawat berduri terpasang di depan gerbang Graha Kepri tersebut.
“Beberapa teman-teman kita saat ini sedang berjuang di Tanjungpinang juga, mereka menuju ke Dompak,” ujar seorang orator menggunakan pengeras suara.
Panglima Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Suprapto, sebelumnya menegaskan, pihaknya akan terus melaksanakan aksi demo selama belum ada titik temu antara tuntutan buruh dengan ketetapan pemerintah daerah.
Rencananya, demo itu akan tetap dilangsungkan sampai hari Jumat (10/12/2021).
GELAR Aksi di Lima Lokasi
Serikat buruh sebelumnya berencana menggelar aksi di lima lokasi secara serentak hari ini, Kamis (9/12/2021).
Pada demo kedua hari ini, Selasa (7/12), dan ketiga Rabu, (8/12/2021) Gubernur Kepri Ansar Ahmad belum mau menemui mereka.
Tuntutan mereka untuk orang nomor satu di Kepri ini sebelumnya mereka sampaikan sejak hari pertama aksi demo, Senin (6/12).
Hanya saja, dalam pertemuan, mereka hanya disambut Kadisnaker Kepri.
Aksi demo besok rencananya akan dilaksanakan serentak di empat titik lokasi.
Baik di wilayah Tanjungpinang atau pun Kota Batam.
Beberapa pilihan lokasi yang kemungkinan menjadi tempat gelaran aksi demo yaitu Gedung Graha Kepri Batam, Kantor Gubernur Kepri, DPRD Kepri, DPRD Kota Batam hingga Kantor Walikota Batam.
“Kalau Gubernur Kepri tetap bergeming, kami akan tetap lakukan aksi besok, kami akan mogok kerja dan mengosongkan pabrik-pabrik,” ujar Ketua DPC KSPSI Kota Batam, Karlos Hutabarat.
Ia kecewa, hingga kini pihaknya belum berhasil bertemu dengan Gubernur Kepri. Pada malam kemarin, Senin (6/12/2021), para buruh telah menggelar pertemuan, namun hanya dihadiri oleh Kadisnaker Kepri ( Mangara Simarmata ).
“Kami tidak ingin bertemu dengan perwakilan saja, dia bukan pengambil kebijakan. Jangan lagi kami dipertemukan dengan Kadisnaker Kepri,” ujar Karlos Hutabarat.
Karlos mengakui, selama dua hari aksi demo berlangsung, terdapat beberapa upaya-upaya penghentian dari berbagai pihak.
Namun upaya tersebut masih dapat diantisipasi oleh pihak buruh.
Ia pun mengimbau agar perusahaan tidak memberikan sanksi atau pemecatan terhadap buruh yang terlibat dalam aksi demo mewakili aliansinya.
Apabila terdapat indikasi sanksi dan hukuman, maka pihak buruh mengancam akan mendemo pabrik yang bersangkutan.
“Kami juga akan menjalankan advokasi bagi anggota kami yang terancam dipecat oleh perusahaan,” imbuhnya Karlos.
Di lapangan, rombongan buruh yang berdemo di Jalan Raja Isa depan Gedung Graha Kepri kini telah bubar dan lalu lintas kendaraan kembali lancar menjelang sore hari.
(Rara/Lubra)
![]()
