Konsep Tataan Alam Hilangkan Seramnya Penjara Tanjung Gusta
SUMATERA UTARA | ISTANARAKYAT.NET – Konsep tataan alam yang dipadukan dengan berbagai macam hewani seperti burung, membuat penjara di Rutan Klas 1-A Tanjung Gusta Medan berasa di alam bebas, Kamis (5/11/2020).
Bila menapaki jalan menuju pintu besi yang dijaga 2 petugas berdiri sigap kita merasakan kalau Rutan Klas 1-A, Tanjung Gusta Medan sangatlah menakutkan.
Namun hilangkan prasangka buruk di pikiran lebih dahulu. Karena setelah berada di dalam Rutan semuanya akan berubah drastis.
Saat berada di areal taman Rutan Klas 1-A, Tanjung Gusta Medan, pandangan kita terkagum-kagum. Semua pengunjung dapat merasakan langsung sejuknya taman Rutan, dan seakan sedang berekreasi saja.
Halaman dalam Rutan Klas 1-A, Tanjung Gusta Medan dipenuhi dengan berbagai macam tumbuhan serta pepohonan hijau nan rindang. Pohon tersebut adalah jambu bol, nangka, mangga, palem, cemara serta berbagai macam bunga.
Berbagai macam suara kicauan jenis burung seperti ; beo serta lovebird terdengar di telinga sehingga membuat suasana teramat asri dan alami.
Bunyi suara gemercik air mengalir deras juga menambah eloknya suasana sehingga siapa saja yang melihat dan mendengarnya, berasa di dalam hutan belantara.
Terkadang di waktu senggang Karutan Theo Adrianus Purba yang pernah menjabat Karutan Kabanjahe, selalu memberikan makanan ratusan ikan mas yang sedang berada di dalam kolam buatan.
Para pejabat serta pengunjung Karutan Klas 1-A, Tanjung Gusta Medan Theo Adrianus Purba yang bertamu bakal tak akan beranjak dari tempat duduknya karena desain joglo kayu ukuran 4 x 7 meter sangat apik di dalam areal taman.
Salah satunya joglo di dalam taman Rutan sesekali menjadi tempat untuk bekerja dan menerima tamu mantan Kalapas Tebing Tinggi tersebut.
Sedari awal konsep humanis yang diterapkan oleh mantan Kepala Pengamanan (KPR) Rutan Klas IIB Labuhan Deli ini, bagaimana mindset warga dapat berubah, yang menganggap kalau penjara itu seram dan brutal.
Konsep keindahan serta asrinya taman membuat masyarakat yang mengunjungi keluarganya di Rutan, seakan balik ke kampung halamannya sendiri, jadi bukan sedang berkunjung ke penjara.
Belum lagi bila jelang malam datang, seluruh areal taman diperindah dengan sinar bola lampu yang berjejer tergantung terikat tali.
Penataan areal taman Rutan Klas 1-A, Tanjung Gusta Medan yang indah juga disempurnakan dengan wastafel pencuci tangan, thermometer gun serta bilik disinfektan di masa pandemi Covid 19. (ts/to)
![]()
