Aksi Demo Buruh Di Kantor Walikota Batam, Mintak 11 Tuntutan Antigen Segera Dihapus

0
Spread the love

BATAM I ISTANARKAYAT.NET – Sejumlah buruh dari 2 serikat pekerja menggelar aksi unjuk rasa, Rabu (10/11/2021) sekira pukul 10.00 WIB.

Mereka di antaranya Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Acara ini diawali dengan mengheningkan cipta mengingat hari pahwalawan.

“Ada 11 tuntutan kami pak, tolong akomodir. Kemarin dan hari ini tuntutannya sama,” ujar seorang orator Perwakilan FSPMI menggunakan pengeras suawa.

Ada 11 tuntutan buruh yang disampaikan saat demo tersebut. Berikut ini 11 tuntutan yang diajukan buruh :

Pertama, naikkan UMK/UMSK 2022 sebesar 10 persen

Ke dua, berlakukan UMSK 2022

Ke tiga cabut omnibus law-UU Cipta Kerja

Ke empat PKB tanpa omnibus law.

Ke lima buat penambahan PHI di Kota Batam

Ke enam kontrol harga sembako

Ke tujuh evaluasi pengawasan K3

Ke delapan bebaskan PCR untuk yang sudah divaksin.

Ke sembilan bebaskan antigen untuk pencari kerja

Ke sepuluh segera wajudkan pembangnan BLK di Batam

Ke sebelas pekerjakan kembali Zulkarnain (Scheneider Batam)

Sebelumnya diberitakan, rombongan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) kembali demo di depan Kantor Walikota Batam, Rabu (10/11/2021).

Demo yang berlangsung sejak pukul 09:00 WIB ini memenuhi hampir seluruh ruas Jalan Engku Putri Batam Center, persisnya di depan Gedung Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Akses lalu lintas di sepanjang Jalan Engku Putri pun berhenti sejenak.

Sejumlah kendaraan yang hendak melewati jalan ini dari arah Masjid Agung Batam Center terpaksa berbelok ke kanan dan melewati gedung Asrama Haji Batam.

Sementara itu, beberapa kendaraan yang berasal dari arah gedung Bank Indonesia (BI) seluruhnya berbalik arah ketika melihat rombongan demo menghadang jalan.

Selain itu, sebuah mobil polisi juga telah ditempatkan di tengah jalan untuk mengarahkan arus kendaraan menuju jalur alternatif lain.

Menurut pantauan Tribun Batam, jumlah anggota FSPMI yang terlibat dalam demo ini mencapai ratusan orang.

Oleh karena gerbang Gedung Pemko Batam ditutup, maka rombongan ini hanya bisa berdemo di sisi jalan raya.

“Pemerintah tidak mau menaikkan upah tetapi tidak bisa mengontrol harga barang-barang pokok kita. Maka kami di sini menunggu Wali Kota atau perwakilannya untuk menemui kita,” teriak Panglima Garda Metal FSPMI, Suprapto, melalui pengeras suara.(lumra)

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!