Bedah Sejarah Jilid 2, Bupati : Penentuan Awal Mula Pemerintahan di Karimun
Karimun || mediaistanarakyat.net, Sejumlah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Aliansi Boedak Balai Bersatu bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karimun melaksanakan kegiataan seminar bedah sejarah jilid 2 di Gedung Nasional, Minggu (2/10/2022).
Pada kegiatan seminar tersebut membahas dan membedah histori terkait awal mulanya berdiri Pentadbiran (Pemerintahan) di negeri berjulukan Bumi Berazam ini.
Sejumlah narasumber dan pakar sejarah yang mumpuni turut dihadirkan pada seminar itu, seperti Prof Madya Dato’ Perdana Abdul Malik, Dato’ Wira Adwandi Syahri, Raja Dato’ Wira Malik Hafrizal, dan Raja Syirwansyah zuriat atau keturunan langsung dari para Amir (pemimpin) Karimun terdahulu.
Berdasarkan latar belakang sejarah, Tanjung Balai Karimun atau dikenal dengan Karimun merupakan daerah kedaulatan dari Kesultanan Riau-Lingga yang berpusat di Tanjungpinang pada tahun 1828 Masehi atau abad ke-19.
Acuan inilah yang membuat penggiat seminar untuk membedah dan mengulik kembali awal mulanya pemerintahan atau pentadbiran di Karimun.
“Kegiatan seminar kali ini untuk membedah awal mula mulanya pemerintahan atau pentadbiran di Karimun. Sejumlah narasumber yang memiliki kapasitas juga dihadirkan, jadi kita berharap kedepan kita mengetahui secara jelas soal awal mula pemerintahan di Karimun ini,” ucap Bupati Karimun, Aunur Rafiq
Rafiq juga mengatakan, jika mengacu dari sejarah dan beberapa arsip lama yang masih tersimpan, Pemerintahan Karimun sudah hampir berumur 194 tahun. Hanya saja jika berpatokan pada Undang-Undang (UU) Nomor 53, wilayah yang dahulunya merupakan salah satu Kecamatan di Kepulauan Riau ini dimekarkan menjadi Kabupaten bersamaan dengan Kabupaten Natuna pada tahun 1999, dengan umur pemerintahan menginjak 23 tahun.
Perlu diketahui, saat masih dibawah kedaulatan Kesultanan Riau-Lingga terdapat empat Amir yang mempimpin Karimun, yaitu Raja Abdullah sebagai Amir pertama, lalu Raja Ishak (anak dari raja Abdullah), Raja Sulaiman, (saudara kandung dari raja Ishak) dan terakhir Raja Usman (anak dari Raja Ishak).
Bahkan, saat ini terdapat salah satu cagar budaya yang menjadi saksi bisu bahwa Karimun pernah menjadi wilayah kedaulatan Kesultanan Riau-Lingga, yaitu Masjid Al-Mubarak yang terletak Kecamatan Meral.
“Tidak ada salahnya kita membedah sejarah, ini juga menjadi cikal bakal untuk anak cucu kita nanti agar mengetahui kapan berdirinya pemerintahan di Karimun ini. Hal ini juga sama seperti Batam dan Tanjungpinang yang memiliki usia hingga ratusan tahun,” kata dia
![]()
