Terkonfirmasi Covid-19, Anak Almarhum Membantah Ibu Nya Terpapar Covid-19
Almarhum MSHT (57) sebelumnya sering melakukan pengobatan di RSUD Adjidarmo Kabupaten Lebak, Banten dengan penyakit gula yang di derita nya.
Menurut informasi yang didapat dari Kepala Desa Sidamukti Juhri, almarhum yang dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit Minggu (7/3/2021) pagi,.
Juhri menambahkan, Almarhum memang menderita sakit gula yang sudah menahun bukan Covid-19 dan almarhum sering berobat ke RSUD Adjidarmo Kabupaten Lebak, Banten.
“Setahu saya almarhum itu hanya sakit gula tidak memiliki penyakit lain, sampai diamputasi. Kalau di bilang covid-19 saya tidak tau lagi karena itu keterangan dari rumah sakit nya, saat di konfirmasi Istanarakyat.net melalui telepon selulernya”, Senin (8/3/2021) siang.

Kini Almarhum sudah dimakamkan di TPU Cipacung, Desa Sidamukti, Minggu (7/3/2021) sore.
Jenazah almarhum tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 14.00 WIB. Kemudian disholatkan dengan tata cara sholat protokol Covid -19 dan dilanjutkan dengan prosesi pemakaman.
Dirinya meminta kepada pihak keluarga dan kerabat yang ikut dalam prosesi pemakaman, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Dengan mengenakan masker, menjaga jarak selama prosesi pemakaman, dan mencuci tangan.
“Alhamdulillah sampai saat di wilayah kita tidak ada penolakan dari warga selama pemakaman jenazah. Untuk almarhum, semoga khusnul khotimah dan diampuni segala dosa-dosanya,” tutupnya.
Sementara itu menurut anak pertama almarhum Medi membantah dengan meninggal ibu nya itu dibilang Covid-19, padahal ibu saya sakit gula dan dirawat sejak hari Rabu (3/7/2021) kemarin.
Saya sempat meminta kepada pihak Rumah Sakit hasil VCR nya, tetapi pihak Rumah Sakit tidak memberikannya. Dan pihak Rumah Sakit bilangnya hari Senin ini, sedangkan ibu saya sudah meninggal dunia dan sudah di makamkan, ujarnya.(acai)
![]()
