Destinasi Wisata “Batu Konimpis”
MINAHASA | ISTANARAKYAT.NET – Wiau Lapi Barat adalah Desa Pemekaran sejak 2010 lalu, sebelumnya Desa Wiau Lapi Kecamatan Tareran Minahasa Selatan.
Desa Wiau Lapi Barat memiliki Potensi Obyek Wisata Alam, yaitu “Batu Konimpis” yang terkandung dalam wilayah Desa Selama berabad-abad dengan jarak tempu dari pusat desa sekitar 1 KM. Batu Konimpis telah melegenda secara turun-temurun dan terletak di dekat sumber mata air atau dikedalaman lembah yang masih dikelilingi Hutan Alam.
Usia Legenda Batu Konimpis ini belum dapat dipastikan sudah berapa lama, namun masyarakat desa dan sekitarnya meyakini bahwa Batu Konimpis adalah peninggalan dari suatu peradaban nenekmoyang perintis desa pada masa itu. Sejauh pantau awak media Istanarakyat.net, destinasi Wisata Batu Konimpis telah melegenda dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurut Penjabat Sementara Hukum Tua (Sebutan Kepala Desa bagi Sulawesi Utara, khususnya Minahasa), Yerikson K. Wurangian, S.E sepanjang pengetahuannya Baru Konimpis telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal, hanya saja sarana dan prasarana untuk bisa masuk ke area batu Konimpis masih sangat sederhana. Tutur Hukum Tua bahwa harapan ke depan kiranya pihak Dinas Pariwisata amat terlebih Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud dan Ristek dapat menjadikan Batu Konimpis sebagai Situs Budaya secara nasional, sehingga Batu Konimpis menjadi Obyek Wisata Alam dan Budaya yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan Asing”.
Selain upaya masyarakat setempat yang ditopang oleh Pemerintah Desa, maka tidak menutup kemungkinan pihak swasta pun dapat berpartisipasi dalam mengembangkan Wisata Situs Budaya Batu Konimpis demi kemaslahatan rakyat, khususnya Wiau Lapi Barat.
Dipastikan bahwa jika Obyek wisata Batu Konimpis dapat dikelola oleh BUMDES Wiau Lapi Barat dan mendapat stimulasi hibah atau bantuan anggaran dari tingkat Kementerian, maka pengembangan dan peningkatan sarana prasarana Situs Budaya ini akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat desa yang bersentuhan dengan obyek wisata, misalnya kuliner dan produk tradisional pengolahan gula aren atau minuman “Cap Tikus” yang dilegalkan secara hukum, artinya memiliki Izin Produksi sesuai mekanisme yang berlaku dapat menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan kesinambungan serta terpeliharanya destinasi Wisata Batu Konimpis, sekaligus menjadi magnet tersendiri bagi pertumbuhan ekonomi, khususnya masyarakat desa Wiau Lapi Barat, tegas Yerikson. (jop)
![]()

Semoga objek wisata Batu Konimpis bisa seperti Watu Binabetengan di Kawangkoan.
Tapi masalahnya apakah Batu Konimpis yang menurut cerita ada tapak tangan itu sudah ditemukan posisi batunya itu ?