Tanpa Persetujuan Keluarga, Pasien Penyakit Tumor Dipaksa Pulang Oleh Rumah Sakit Murni Teguh Medan

0
Spread the love

MEDAN | ISTANARAKYAT.NET – Adanya Pasien Rumah Sakit Murni Teguh yang dipaksa pulang oleh petugas atau perawat yang bertugas di Rumah Sakit Murni Teguh tersebut, seperti yang di sampaikan Keluarga Pasien Sastra Sembiring kepada wartawan Minggu (7/6/2021) Sekitar Pukul 23.00 WiB.

Ramadhan Sembiring mengatakan (anak pasien), “Saat Perawat memeriksa Bapak Hari Sabtu (6/6/2021) pukul 09.00WIB, ” Pasien sudah bisa pulang hari ini karena kondisinya sudah mangkin membaik.

Kami dari pihak keluarga menjelaskan, ” Apa memang sudah bisa pulang sementara bapak belum sadarkan diri membuka mata aja belum bisa tolonglah kalau bisa hari senin kami pulang karena kondisi seperti ini gimana kami merawatnya di Rumah. Selang Opname aja masih terpasang makan juga masih menggunakan selang,

Sang Perawat tetap bersikukuh harus pulang hari ini dengan alasan dokter yang memerintahkan dan sudah sesuai aturan.

Kami dari pihak keluarga mencoba memohon supaya diberikan waktu sampai Hari Senin dan memohon supaya bisa dihubungkan dengan Dokter yang menangani bapak. Perawat mengatakan nomor Henphone tidak bisa kami berikan keluar.

Sekitar pukul 11.00 WIB Perawat mendatangi kami bahwa pasien harus pulang pukul 12.00 WIB tidak bisa pukul 13,00 WIB karena tidak ada Ambulan yang mengantar. Sangkin paniknya dipaksa pulang mamak marah- marah dengan perawat yang bertugas, “kenapa kejam sekali kalian apa kalian gak punya perasaan menyuruh orang yang belum sadarkan diri pulang dimana hati nurani kalian apa karena waktu rawat inap BPJS sudah habis kami dipaksa harus pulang dengan nada tinggi sambil menangis.

Pihak Rumah sakit mengatakan bukan Bu bukan karena itu. jadi karena apa ungkap mamak,Mereka mengatakan memang uda bisa pulang bisa dilanjutkan dengan berobat jalan. Sesuai yang disampaikan Ramadhan Sembiring ke Tim media ini.

Karena Kami marah-marah akhirnya kami bisa pulang jam 14.00 WIB hari itu juga diantar ambulan dengan membayar Rp 150.000,00 (Sertus Limah Puluh Ribu Rupiah) dan kami tidak mau menandatangani surat persetujuan pulang.

Ramadhan Sembiring menambahkan, sampai dirumah kondisi bapak awalnya biasa saja tapi tiga jam kemudian sekitar selesai magrib kelihatan kondisi fisik Bapak seperti melemah dan akhirnya seperti meronta dari mulut keluar cairan sangat banyak sehingga kami panggil bidan dari dekat rumah.

Bidan juga kelihatan panik mengatakan supaya dibawa kembali kerumah sakit. Dengan kondisi panik keluarga mencari ambulan yang bisa bawa Bapak kembali ke Rumah Sakit Murni Teguh.

Sekitar jam 21.00 WIB Ambulan kembali membawa bapak kembali Kerumah Sakit Murni Teguh dengan kondisi kritis sampai rumah sakit langsung masuk Ruang Instlasi Gawat Darurat (IGD).

Saat ditangani petugas Medis saat memasang jarum inpus kondisi darah bapak sudah menghitam saat dokter memberikan keterangan bapak kekurangan cairan dan oksigen.

Kami sangat kecewa atas layanan Rumah Sakit Murni Teguh apa karena kami Bapak pasien BPJS apa segitunya kami sangat berharap dinas terkait khususnya Dinas Kesehatan Kota Medan Juga Wali Kota Medan Boby Nasution bertindak atas masalah yang kami hadapi ini dan untuk melakukan upaya Hukum kami masih berdiskusi dengan Tim Hukum Yang masih Kerabat dekat kami ungkap Ramadhan sembiring.

Berdasarkan keterangan Ramadhan Sembiring Kru media mendatangi Rumah Sakit Murni Teguh Senin (8/6/2021) Sekitar Jam 10.30 WIB untuk mengonpirmasi. Melalui Humas Herman mengatakan. “Pasien Nama Sastra Sembiring memang sudah membaik saat disuruh pulang karena lebih baik dirawat dirumah dari di rumah sakit karena di rumah sakit lebih banyak virus daripada di Rumah apalagi kondisi Pandemi Covid-19 saat ini. (red)

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!