Kepemimpinan Budi Wahyudin Syamsu, Pada HUT RI Ke 76 Tahun 2021
JAKARTA | ISTANARAKYAT.NET – Jadi Pemimpin itu tidak mudah dia tidak datang tiba-tiba, Pemimpin itu berproses dari Perjuangan dari amanah yang di embannya karenanya disitu ada campur Tangan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pemimpin yang baik dan bijak adalah pemimpin yang mengerti konsep menulis bicara tehnis diatas kertas pemikiran kerja serta pemikiran yang di gagas dalam rapat kerjanya, dan dikerjakan dilapangan turun langsung melakukan mengevaluasi pekerjaan di bawah, bukan harus dilayani tapi juga harus menjadi pelayan.
Pemimpin yang belum baik dan bijak itu juga banyak kita dapatkan ketika dia duduk sebagai pemimpin, hanya menerima laporan dari bawah tanpa chek n richek mengandalkan teori di atas kertas berteriak berbarengan dengan telunjuknya.
Begitu pula sebaliknya ada pemimpin yang hanya pandai bekerja tanpa teori tanpa perhitungan tak mau berbagi ilmu tak mau musyawarah di taktor semaunya saja. Maka hasilnya kedepan menuai masalah yang tidak baik.
Jadi Pemimpin itu dapat kita lihat hasil kerjanya hasil pencapaianya. Karakternya karismanya dan kebijakanya sehingga dapat dirasakan oleh semua pihak.
Pemimpin itu harus kebal terhadap kritikan masukan serta ocehan para pihak yang tidak suka pada Pribadinya tidak suka kalau orang tersebut duduk sebagai Pemimpin.
Benar saja tetap disalahkan, apalagi salah mungkin akan di jatuhkan oleh lawan lawan politik nya, itulah pemimpin.
Karenanya seorang pemimpin itu sudah di godok di kawah Chandra dimuka, agar dia kuat gagah berani mengambil sikap langkah keputusan yang bijak dan telah di perhitungkan. Memiliki Perasaan yang kuat, memainkan peran Alam bawah sadar yang tinggi yang menyatu pada Raganya, hingga kadang Sensitif bahkan menangis saat merenung dengan kesalahan apa yang diperbuat, atau melihat situasi yang benar benar kompleks, kadang ada yang menarik dari akal yang belum bisa diterimanya.
Pemimpin memang harus amanah, Pemimpin juga harus bijaksana mengambil langkah dan sikap terhadap kelakuan dan kinerja Bawahanya.
Adil mengambil keputusan, kuat sekuat kuatnya tanpa ada pengaruh dan intervensi.
Mari saudara ku sebangsa dan setanah air kita tengok sejarah kebelakang terhadap Para pemimpin kita yang telah ukir sejarah, yang telah kita tahu dan rasakan bersama dari Apa yang telah Beliau Perbuat demi Bangsa ini, bahkan penghianatan terhadap Rakyatnya.
Kita semua tahu, rakyat pun telah cerdas untuk melihat apa yang dilihatnya, untuk mendengar apa yang di dengarnya serta melihat bukti apa apa yang telah dilakukan dan di kerjakanya.
Untuk itu Jadilah pemimpin apapun itu terpanggil untuk berbuat ibadah dan kebaikan, hingga manfaat dapat dirasakan.
Jangan jadi pemimpin yang merusak, yang kerap melakukan tindakan di luar batas, karena itu akan berpengaruh pada kehidupan dan sejarah yang tidak baik, tidak sekarang mungkin dimasa yang akan datang.
Jangan jadikan kepemimpinan mu untuk merusak persatuan dan kesatuan serta memecah belah persaudaraan dan kebhinekaan.
Jadikan Pengalaman yang lalu itu bagian dari sejarah dan pelajaran. Tanamkan kebaikan.
Generasi Muda adalah penerima Estafet kepemimpinan, Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badanya untuk Indonesia Raya. Seperti rentak bait syair lagu Indonesia raya.
Persiapkan ilmu terus menulis terus belajar terus berkarya hingga kelak kau akan gantikan siapapun yang duduk di singgasana itu.
Sebab pada dasarnya siapapun dia adala Pemimpin.
Dirgahayu Republik Indonesia ke 76 tahun 2021. Merdeka
![]()
