Bercinta Dengan Buku Raih Dosen Kedokteran Terbaik UGM

0
Spread the love

Semarang | Istanarakyat.net – Menjadi dosen merupakan impian banyak orang sehingga profesi tersebut menjadi salah satu prioritas utama di masyarakat. Karena memang untuk menjadi dosen itu perlu tekad dan ketekunan yang luar biasa. Namun, kali ini ada seorang yang menjadi dosen di usia muda dengan segudang prestasinya ditambah parasnya yang cantik jelita.

Isanawidya Hikmah Paramita. Salah satu dosen muda asal Universitas Gajah Mada (UGM). Usia muda bukanlah halangan untuk berprestasi dan meraih mimpi gadis berjilbab murah senyum yang juga salah satu alumnus SMA N 3 Semarang tersebut. Baginya hal itu justru kesempatan emas untuk meraih cita-cita.

Wisudawati Terbaik University of Glasgow

Hobinya menulis telah banyak mengantarkanya berkarya di berbagai program kreativitas sejak masih duduk di bangku kuliah. Penghargaan demi penghargaan pun terus diraih baik lokal, nasional maupun internasional.

Puncaknya adalah saat mendapatkan penghargaaan Session Winner dari kategori penelitian bertema ginekologi (gynaecology) di kegiatan 27th European Student Conference yang berlangsung di Berlin, Jerman.

Pemenang Session Winner ESC 27 Berlin

Dalam konferensi tersebut, Icha, panggilan akrab Isanawidya Hikmah Paramita, mengajukan karya tulis berjudul Prevalensi Postpartum Sexual Dysfunction and It’s Association with Mode of Delivery: A Crossectional Study.

Icha bersama keempat mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UGM lainnya berkesempatan mengikuti konferensi biomedis ini bersama dengan 445 peserta mahasiswa program sarjana dan pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi dunia.

Dalam Komprensinya, Icha menyampaikan presentasi mengenai prevalensi disfungsi seksual pada wanita pasca melahirkan dan hubungannya dengan mode persalinan. Lebih lanjut, Icha mengaku awal mula penelitian ini berasal dari fenomena meningkatnya jumlah tindakan operasi sesar tanpa indikasi. Hal tersebut berdampak pada efektifitas pembiayaan kesehatan.

Menurutnya, operasi sesar sendiri memiliki efek samping yang lebih banyak disbanding persalinan normal. Selain itu melalui penelitiannya ini, Icha berhasil menunjukan bahwa operasi sesar tidak bia mencegah wanita pasca melahirkan dari kejadian disfungsi seksual wanita. Ldirinya juga berharap penelitian ini dapat mengedukasi pasien tentang cara persalinan.

“Penelitian ini diharapkan dapat mengedukasi pasien terkait pilihan cara persalinan dan menekan jumlah operasi sesar yang sebenarnya tidak dibutuhkan,” pungkasnya.

Icha di depan kampus Glasgow

Tidak berhenti disitu, Icha terus melanjutkan mimpinya. Tahun 2019, dia berkesempatan meraih Chevening Award untuk melanjutkan magister di Glasgow, Skotlandia. Jurusan yang diambilnya pun merupakan salah satu jurusan yang paling digandrungi saat ini yaitu Immunology and Inflammatory Disease. Penelitianya pun erat berkaitan dengan ketahanan tubuh manusia terhadap virus corona.

Berkat segudang prestasinya ditambah pengalaman internasionalnya itu, Icha sudah dipercaya menjadi Dosen Asisten Ahli di UGM. Bahkan sudah dipercaya menyampaikan ilmunya sejak masih proses menyelesaikan program sarjana. Kesempatan yang bahkan belum tentu bisa diraih mereka yang sudah lulus sekalipun. (KOD)

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!