Sekretaris AP2GB Permalukan Kepala PPSB, Katanya Pukat Trawl Ada Dimana-mana

0
Spread the love

BELAWAN | ISTANARAKYAT.NET – Sekretaris Asosiasi Pengusaha Perikanan Gabion Belawan (AP2GB) Alfian Yunan permalukan Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB ) Hendris Maruli Batubara, yang mengatakan kalau kapal pukat trawl ada dimana-mana, Selasa (27/10/2020).

“Memang benar pukat trawl ada dimana-mana,” sesuai konfirmasi yang diterima www.istanarakyat.net dari sekretaris AP2GB, Senin sore kemarin melalui telepon seluler.

Lontaran kata-kata ‘pukat trawl ada dimana-mana” oleh sekretraris AP2GB tersebut secara tidak langsung telah melemparkan kotoran ke wajah orang nomor satu di PPSB di kawasan dermaga Gabion itu.

Sikap aneh ditunjukkan Alfian Yunan yang juga merupakan aktifis nelayan itu seakan benar-benar membela para kaum nelayan di yang berada di kawasan pesisir Belawan.

Kalau benar lontaran perkataan langsung dari hati Alfian Yunan, berarti pengurus AP2GB itu jelas membela para nelayan serta buruh nelayan yang sedari dahulu hidupnya terus terseok-seok di laut akibat dari kegiatan kapal pukat trawl.

Namun saja, perkataan Alfian Yunan yang mengetuai Aliansi Masyarakat Nelayan Sumatera Utara (Amansu) terdengar dari telepon selularnya, sempat terhenti sejenak, ketika wartawan menyinggung perbedaan antara kapal pukat trawl dan pukat teri.

Ditempat terpisah, Alfian Yunan mengatakan pukat trawl ada dimana-mana sangat diapresiasi salah seorang nelayan bernama Emi (43) warga Belawan.

“Kapal pukat trawl itu benar adanya. Bahkan saat beroperasi, pukat trawl dianggap sangat mengganggu para nelayan tradisional.

Saya melihat langsung dengan mata kepala kalau pukat trawl beroperasi di laut,” ucap Emi ketika berada di pelabuhan Gabion Belawan.

Informasi yang didapat, dugaan keras para pengusaha pukat trawl sebelum memberangkatkan pukatnya, harus menyediakan upeti kepada beberapa oknum aparatur Pemerintah di pelabuhan Belawan sebesar Rp 250 ribu per unit.

Dan sebelum melakukan perambahan ikan di laut, kapal pukat trawl selalu melakukan konvoi pagi dini hari.

Seperti yang dipaparkan menurut aturan dan peraturan undang-undang dari Pemerintah, jelas kegiatan kapal pukat trawl dilarang.

Karena keberadaan kapal pukat trawl sangat menyengsarakan kehidupan keseluruhan nelayan tradisional terkhusus di daerah pesisir Belawan.

Penelusuran para awak media, saat ini kapal pukat trawl banyak bersandar di dermaga Gabion Belawan terutama di gudang Janda dan lokasi gudang LK.(TS/TO)

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!