Diselimuti Kemiskinan Nelayan Belawan Masih Bersahaja
SUMATERA UTARA | ISTANARAKYAT.NET – Apalah daya kami yang lemah ini. Itulah keluh kaum nelayan di pesisir Belawan tepatnya di Ujung Tanjung, Batam, Kel.Bagan Deli, Belawan yang terus digerogoti kemiskinan, Sabtu (7/11/2020).
Terkadang seseharian nelayan pinggiran Kampung Batam tersebut mencari kerang hanya dengan menggunakan kedua tangan di kawasan pinggiran beting kawasan perairan Belawan.
Pengaruh sedikitnya hasil laut bagi nelayan akibat dari pencemaran limbah pabrik serta diduga karena adanya proyek raksasa di reklamasi laut, sehingga pencaharian nelayan drastis berkurang.
Terpisah, saat melirik ke bawah dari atas Titi Gantung Batam, terdengar sayup-sayup alir mengalir diterpa angin ke laut lepas Belawan. Dan jejeran rapi perahu nelayan tertambat di depan rumah yang kesemuanya berdinding kayu.
Senja hari itu terlihat kesibukan para nelayan yang pulang dari melaut. Dan ada pula nelayan yang sedang merajut jala rusak. Serta sebahagian laginya, nelayan berkemas-kemas untuk berangkat pagi dini hari.
Penduduk Ujung Tanjung Kampung Batam Belawan mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan pinggiran.
Keseluruhan warga Kampung Batam Belawan masih memegang teguh adat istiadat dan aturan peninggalan para tetua disana. Sikap saling menghormati diperlihatkan antara yang tua dengan anak muda dan sebaliknya.
Setiap harinya suasana guyub menghiasi pergaulan warga di Kampung Batam. Acara takziah dan perwiritan saat kemalangan pun merupakan acara yang sakral buat masyarakat Kampung Batam.
Menurut warga Ujung Tanjung Kampung Batam, May (27), hasil keseharian melaut suaminya Iyan hanya pas-pasan saja. Bahkan terkadang pernah tak ada membawa hasil sama sekali.
“Bang sekarang ini suamiku membawa uang hanya Rp 40 ribu ke rumah. Terkadang kami harus meminjam tetangga untuk beli susu si kecil,” kata May saat berbincang dengan awak media.
Seorang tokoh nelayan yang dituakan di Belawan Khairudin Nasution alias Kadin, terpancar wajahnya yang begitu keras dengan sorot matanya tajam, mengatakan kalau dirinya sedari dahulu tegar dengan keadaan.
“Masyarakat di Kampung Batam ini haruslah tegar dalam segala hal. Selalu tebar kebaikan walau sesulit apapun. Itulah pesan tetua kita disini,” ucap Kadin.
Walau rasa kesulitan terus menyelimuti para nelayan saat mencari nafkah di laut, namun saja warga Kampung Batam, kesehariannya tetap bersahaja.(ts/to).
![]()
