Prof Abdul Rauf: Waspadai Erosi Sungai Belawan, Tanami Bataran Sungai dengan Pohon Aren dan Matoa

0
Spread the love

HAMPARAN PERAK | ISTANARAKYAT.NET – Erosi sisi bantaran di sungai Belawan sudah sangat mengkhawatirkan. Ditakutkan erosi bakal memakan korban jiwa, Rabu (13/1/2021).

“Guna mengatasi terjadinya erosi tebing sungai, maka harus melakukan penanaman pohon Matoa dan Aren di sepanjang bibir bantaran sungai,” kata Dosen USU (Universitas Sumatera Utara) Prof Abdul Rauf.

Pohon Aren sangat cocok ditanam di pingir sungai. Selain bermanfaat bagi masyarakat juga sangat baik dalam menjaga struktur tanah. Disamping itu, Aren juga dapat menyimpan air, serta dapat menyerap air dalam jumlah yang cukup banyak.

“Pohon Aren cocok ditanam dibantaran sungai. Selain banyak bermanfaat bagi masyarakat, pohon Aren sangat baik menjaga struktur tanah,” sebut Guru Besar USU ini.

Lanjutnya, pohon Aren dan Matoa dapat memperkuat tanah bantaran sungai secara vegetatif karena akarnya bisa menghunjam ke lapisan tanah yang dalam, bahkan ke sela-sela/ rekahan bebatuan.

“Sedini mungkin pohon Aren dan Matoa kita tanam di bantaran sungai. Selain melakukan penghijauan, sungai terjaga dari gerusan air apabila banjir,” kata Prof Abdul Rauf yang juga pengamat pertanian.

Kata Prof Abdul Rauf, bantaran sungai jangan ditanami bambu apalagi kelapa sawit karena kedua pohon terakhir ini justru dapat terbongkar akarnya bersama dengan tergerusnya lapisan tanah akibat derasnya pukulan aliran air sungai.

“Berhati-hatilah terhadap pohon bambu. Karena banyak masyarakat justru menanam pohon bambu di bantaran sungai. Padahal pohon ini akarnya sangat mudah terbongkar akibat pukulan air di sungai,” jelas Prof Abdul Rauf.

Penelusuran awak media, terjadi erosi besar-besaran di sepanjang sungai Belawan kawasan Hamparan Perak. Seperti di sisi sungai Belawan yang melintasi Desa Klambir Lima Kebun, Desa Klambir Lima Kampung, Desa Sialang Muda, Desa Klambir, Desa Hamparan Perak, dan Desa Sei Baharu.

Rata-rata erosi di sungai Belawan telah sangat mengkhawatirkan. Seperti di Desa Klambir Lima Kampung erosi nyaris menghilangkan lahan warga. Dan di Desa Sei Baharu akibat erosi jalan di bantaran sungai telah hilang.(ts/to).

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!