LKN Kunjungi Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kementerian Pertahanan (Kemhan)
JAKARTA | ISTANARAKYAT.NET – Lembaga Kajian Nawacita (LKN), Selasa (2/2/2021) siang, melakukan kunjungan dengan Kapusdiklat Bahasa Badiklat Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Kampus Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok Labu, Depok.
Kunjungan ini bertujuan untuk menciptakan kerjasama program untuk menyukseskan Nawacita.

Ketua Umum Lembaga Kajian Nawacita (LKN) Ir. Samsul Hadi, dan jajaran LKN seperti Ketua Divisi Ekonomi Nawacita Sosial Initisatif (NSI) Goenardjoadi Goenawan, Tim Humas LKN Lutfi Handayani, dan Pimpinan Media Istana Rakyat Armansyah Daulay.
Dalam kesempatan ini, Kapusdiklat turut didampingi staf Pusdiklat Bahasa, Kabid Opsdiklat Kolonel Sus Drs. Istarto, M. App.Ling, Kabid Rendiklat Pembina Tk. I IV/b Wahyudi Indrayana, S.P., M.M. Widyaiswara Madya Letkol Inf Ro’is Nahrudin, S.S., M. Appling. CALL, Kasubbag TU Letkol Chb (K) Yuline Monako, M.App.Ling.
Brigadir Jenderal TNI Yudhy Chandra Jaya, M.A mengatakan soal tugas Pusdiklat Bahasa Badiklat Kementerian Pertahanan, salah satunya adalah mendidik siswa-siswa dari Kemhan, TNI baik Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Selain itu, Pusdiklat Bahasa Kemhan juga memberi pelatihan bahasa untuk para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Kemhan maupun TNI.
Yudhy menambahkan Pelatihan bahasa bagi masyakat umum, saat ini belum ada di Pusdiklat Bahasa Kemhan. Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan ke depan pihaknya bisa memberikan pelatihan bahasa kepada keluarga anggota TNI maupun PNS di Kemhan dan TNI sebagai bentuk tanggung jawab sosial atau CSR.

Selain pelatihan bahasa, Pusdiklat Bahasa Kemhan juga memberikan bantuan penerjemahan bahasa asing kepada pejabat di lingkungan Kemenhan yang membutuhkan, imbuhnya.
Sementara itu, Pimpinan Media Istana Rakyat Armansyah Daulay dalam kesempatan ini juga mengatakan, bahwa media Istana Rakyat siap untuk bersinergi dengan diklat bahasa dalam kegiatan internal di Tiga matra terhadap program bahasa yang akan disajikan di media Istana Rakyat baik di Majalah Istana Rakyat maupun di Media Online Istanarakyat.net.
“Diklat Bahasa, program CSR dalam bidang bahasa, contoh ada program pembinaan bahasa di desa. Biayanya dari sinergi CSR, bisa dari swasta atau BUMN, tapi motor yang mengkoordinasikan program ini dari Pusdiklat Bahasa,” ujar nya.

Pusdiklat Bahasa Kemhan, kata Armansyah, juga bisa memberikan pelatihan bahasa ke sekolah-sekolah baik dari tingkat SD hingga SMA di daerah miskin yang memang perlu ada peningkatan kemampuan bahasa, tuturnya.
Dalam penutupan kunjungan ini, CSR akan dilibatkan dalam mendukung kegiatan program diklat bahasa, serta pemberian lukisan ke Kapusdiklat dari LKN. (a.d)
![]()
