Kepala PPSB Tutup Mata, Diduga Kehadiran AP2GB Rugikan Negara Milyaran Rupiah
MEDAN | ISTANARAKYAT.NET – Silang sengkarut persoalan di Pelabuhan Perikanan Belawan dugaan keras dilakukan oleh beberapa instansi sehingga merugikan negara hingga milyaran rupiah, Sabtu (6/2/2021).
Disebut-sebut kongkalikong dan tutup mata kerab terjadi di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) serta Perum Perikanan Indonesia (Perum Perindo) Cabang Pelabuhan Belawa terkait kegiatan Asosiasi Pengusaha Perikanan Gabion Belawan (AP2GB).
Informasi dikumpulkan di Pelabuhan Perikanan Belawan dari bermarga Hutapea, keberadaan AP2GB dianggap memonopoli pekerjaan di Pelabuhan Perikanan Belawan seperti pengadaan es, pemasaran terkait harga ikan, dan diduga AP2GB pun juga menjadi calo pengurusan surat-surat alat tangkap pukat trawl, SIPI (surat izin penangkapan ikan) dan surat lainnya.
“Tidak semua gudang ikan masuk dalam AP2GB karena tidak menguntungkan dan diduga adanya monopoli pekerjaan,” jelas Lae Hutapea.
Sementara ada aturan dan peraturan yang terkait seharusnya seluruh pekerjaan di pelabuhan perikanan adalah gaweannya Perum Perindo Cabang Belawan serta PPSB.
Mirisnya lagi, keberadaan AP2GB sampai dapat mengatur harga ikan di pasar ikan Kota Medan dan diduga mengatur izin alat tangkap pukat trawl kepada pejabat terkait.
Konfirmasi awak media kepada Kepala PPSB HM Batubara melalui WhatsApp belum menuai hasil.(ts/to)
![]()
