RUMAH ADAT MINAHASA BAGIAN DARI EKONOMI KREATIF DI TENGAH PANDEMI COVID-19
MINAHASA | ISTANARAKYAT.NET – Tepatnya di desa Tombasian Atas Kec. Kawangkoan Barat terdapat Perkumpulan Pertukangan Rumah Adat Minahasa yang melakukan Inovasi pembangunan terhadap Rumah Adat Minahasa utk Menjadi bagian dari Solusi Ekonomi Kreatif ditengah Pandemi Covid-19.
Saat Media Istanarakyat.net mengkonfirmasi kepada Perkumpulan Pertukangan Rumah Adat “WASIAN” terkait upaya Terobosan yang dilakukan pihak Perkumpulan Pertukangan ini, salah seorang Anggota Perkumpulan menyatakan bahwa sekalipun Hadirnya Pandemi Covid-19 yang menyulitkan kami untuk melakukan kegiatan karena tidak diizinkan berkerumun, sebab dalam pembuatan Rumah Adat harus melibatkan banyak tenaga tukang kayu.
Untuk itu, kami berupaya melakukan kegiatan dan pekerjaan tetap menaati Protokol Kesehatan Covid-19, namun tidak mengurangi semangat dan kualitas bangunan Rumah Adat ini, tutur bapak Benz Mundung.

Sementara salah seorang pemasuk bahan baku kayu bapak Jerry Lumantow menyebutkan bahwa pengerja kayu olahan juga mengalami kesulitan untuk proses penggergajian kayu yang biasanya dikerjakan oleh sekitar 12-15 orang, tetapi demi lancarnya Pekerjaan ditengah suasana Pandemi Covid-19, hanya cukup 5-7 orang agar tidak melanggar Prokes Covid-19.
Sekalipun demikian ternyata semangat Pengurus dan Anggota Perkumpulan Pertukangan Rumah Adat Minahasa ini tetap berkiprah demi meningkatkan ekonomi anggota.
Pemasaran Rumah Adat ini juga sampai ke Mancanegara, namun semenjak Pandemi Covid-19 mengalami penurunan permintaan.
Harapan kami kiranya pihak kementerian yang berkaitan dengan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Perindustrian dapat memerhatikan upaya dan terobosan untuk bisa membantu, baik dana maupun untuk peningkatan alat-alat pertukangan agar hasilnya lebih representatif, disamping solusi pemasaran ke mancanegara tentunya, sebut Benz Mundung. (jop)
![]()

Luar Biasa.
Semangat Terus tou Tombasian
Terima kasih atas komentar nya
Salam
Redaktur Pelaksana