Gegara Guyon Obrolan Cakades, Keponakan Tega Pukuli Saudaranya Sendiri Hingga Terjungkir
KABUPATEN SERANG | ISTANARAKYAT.NET – Oknum berinisial RK warga Kampung Calingcing, Desa Kopo, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang Banten, tega memukuli saudara perempuannya sendiri hingga terjungkir.
Peristiwa pemukulan tersebut sontak membuat warga sekitar kaget ramai melihat kejadian penganiayaan tersebut.
Ira Dewi Darma korban pemukulan tersebut menceritakan, awal mula kejadian pemukulan itu terjadi setelah dirinya menemui rekannya membahas soal usahanya. Kemudian, setelah usai bersama rekannya, ia merasakan tidak enak badan dan memilih untuk pergi kerumah bibinya yang mana rumahnya tersebut dekat dengan rumahnya sendiri, sekaligus meminta tolong ke bibinya untuk di kerikin karena merasa tidak enak badan.
Tepatnya di Kampung Calingcing, Desa Kopo, Kecamatan Kopo, Kabupaten Serang Banten, Sabtu (2/10/2021) sore tepatnya kata korban, seperti biasa dirinya bersama saudara-saudaranya kumpul, namun, hari ini, kebetulan korban berbincang -bincang seputar pemilihan kepala desa.
Ketika korban berbincang bersama bibi dan saudara yang lainnya sembari korban di kerikin, oknum RK melintas dan berhenti di depan rumah bibinya, kemudian korban berniat becanda sembari bilang ” Ki Jangan Lupa Coblos Nomor 1″.
“Saya kan biasa sama saudara becanda pak, kata saya ki Coblos Nomor 1, cuman memang jari saya yang di acungkan 2, disitulah si RK itu turun dari motor mundar -mandir sambil meludah,” kata Dewi sapaan akrabnya.
Lebih lanjut Dewi, kemudian si RK itu pergi, tiba-tiba selang beberapa menit, oknum RK kembali dan langsung memukuli kepala hingga terguling.
” Si RK itu tiba-tiba balik lagi dan langsung memukuli kepala saya hingga saya terguling, belum selesai di kerikin. Saya langsung telphon suami saya dan suruh pulang, saya langsung pulang,” terangnya.
Dirinya di pukuli oleh RK saudara perempuannya (Bibi) menjerit-jerit, akhirnya ramai keluarga atau saudara laki-laki yang lainnya menemui dan langsung merelai.
“Bibi saya menjerit-jerit karena saya di pukuli, dan saudara saya yang lainnya langsung menemui dan merelai, dan tak lama saya pulang. Sumpah pak, saya di Kampung Calingcing, Desa Kopo ini sudah tidak punya hak pilih saya sudah pindah ke Rangkasbitung Lebak,”katanya.
“Kepala saya yang belakang sakit, saya mual-mual pak, alhamdulillah saya tadi berobat ke kelinik, cuman mualnya masih kerasa, mungkin akibat pukulan di kepala,” ujar Dewi.
Sementara itu, Bibi Korban Rohayati membenarkan kejadian pemukulan tersebut. Ia juga sempat kaget dan menjerit saat terjadi peristiwa pemukulan tersebut.
“Iyah, korban ini kan sedang di kerikin sama bibinya yang satu bernama Rositoh, karena becanda perbincangan calon kepala desa, saya kaget tiba-tiba saudaranya yang laki-laki itu menghampiri langsung memukuli korban, saya menangis dan menjerit-menjerit,” katanya.
hal Senada, ditempat yang sama saudari perempuan yang lainnya Soyaroh juga membenarkan kejadian tersebut.
“Iya pak, benar saudari saya Dewi di pukuli sama si RK saya kaget dan menangis,” tutupnya.
Kini korban sudah melaporkan kasus pemukulan ini ke petugas kepolisian Polsek Kopo Polres Serang Polda Banten.(end)
![]()
