Diduga Jabatan PLT Kepsek Jadi Ajang Bisnis Oknum Dinas Pendidikan Sumut

0
Spread the love

MEDAN | ISTANARAKYAT.NET – Serah terima jabatan Kepala Sekolah di SMKN 1 Siantar, sementara kepsek yang di gantikan posisi dari Manual Sirait kepada M.Syahrizal Damanik yang berusaha keras dengan berbagai cara untuk menjadi kepsek.perihal ini menjadi ajang buat oknum dinas pendidikan untuk menjadikan sarana mendapatkan upeti, dengan terpilihnya kembali M.Syahrizal menjadi Kepsek itu menyalahi ketentuan dan terdampak di paksakan.

M.Syahrizal Damanik awalnya pernah menjadi Kepsek di sekolah yang sama dengan posisi sebagai PLT.

Saat ini diangkat kembali dengan posisi sebagai PLT juga dan duduk di sekolah yang sama. Sementara M
Syahrizal damanik sendiri belum memiliki syarat menjadi seorang Kepsek.ini terjadi di SMKN 1 Siantar.

Perihal ini merupakan kesempatan yang dipaksakan.banyak kepsek lainnya juga yang senasib demikian. Pergantian ini sarat dengan dugaan adanya pemberian uang kepada oknum yang ada di dinas pendidikan, karena yang menggantikan itu pernah menjabat di periode sebelum nya dengan jabatan PLT.

Saat ini hari sudah di serahterimakan kembali, ada apa sebenarnya yang terjadi? Kenapa pergantian itu dengan posisi yang sama yakni jabatan PLT dan bukan definitif, dan kenapa M.syahrizal Damanik kembali sebagai PLT di sekolah tersebut,apa sudah tidak ada lagi calon kepsek yang lainnya? apakah sudah memenuhi syarat Cukup?

Ini sangat perlu kita perhatikan dalam aturan yang suka-suka oleh Dinas pendidikan Sumut. Ketika dikonfirmasi oleh seorang Kabid Dinas Pendidikan Sumut beliau mengatakan tidak tau dan baru tau akan ada serah terima tersebut.ini sangat mustahil dan luar biasa prilaku seorang pejabat kabid di Dinas Pendidikan Sumut tidak mengetahui perihal tersebut.

Untuk itu baik pihak kepolisian dan kejaksaan agar dapat menjadikan masukan bahwa pergantian seoarang kepala sekolah yg diganti sama-sama PLT harus diusut tuntas karena permainan ini bisa terkait OTT, hanya saja perlu suatu bahan buat kepolisian atau kejaksaan menyelidiki dalam proses tersebut.ini lahan basah karena banyak saat ini kepsek yang PLT di iming-imingin mau lanjut apa tidak? kalau tidak maka akan diganti dan kalau mau dilanjutkan akan harus menyiapkan sekian rupiah dalam bentuk ratusan juta.semua perihal ini bagi kepsek hanya tepuk dada tanya selera.semua tidak ada yang berani berkata yang sebenarnya.

Akan tetapi agar tidak terbeban ya mereka akan mundur, diharapkan agar perihal ini menjadi perhatian kita bersama.bagaimana pendidikan akan maju bila seperti ini, dalam menuju pendidikan nasional yang bermartabat.

Diharapkan juga pak Gubernur untuk memanggil kadis pendidikan sumut atau mencopot dari jabatan nya.dan janganla membuat kelompok- kelompok didalam tubuh instansi tersebut karena Dinas Pendidikan merupakan institusi negara dan harus bersama-sama kita bersihkan dari pemain KKN.sangat diperlukan juga perangkat hukum untuk memeriksa kadis tersebut.(ad)

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!