Buntut Insiden Tak Ada Dokter di IGD, Kepala Puskesmas Tanjung Buntung Dicopot, Ini Kesalahan Fatal
BATAM | ISTANARAKYAT.NET – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah mencopot dan non-jobkan Kepala Puskesmas (Kapus) Tanjung Buntung, Bekong, Jumat (15/10).
Pencopotan Kapus bernama Suryani tersebut buntut kesalahan fatal yang terjadi oleh Puskesmas yang dibawahinya karena tidak menjalankan kebijakan sesuai SOP. Ia dicopot bersamaan dengan pelantikan enam pejabat di pemko Batam.
“Sudah dilantik tadi (Kapus yang baru) oleh pak wali dan (Kapus sebelumnya) di non-jobkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Jumat (15/10/2021).
Didi menuturkan pengganti Kepala Puskesmas Tanjung Buntung yakni Pra Reda Gusti yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala UPT Puskesmas Rempang Cate.
Sebelumnya diberitakan, Puskesmas Tanjung Buntung dinilai lamban dalam penanganan pasien darurat. Saat itu pasien berinisial MD (12) dibawa oleh keluarganya datang ke Puskesmas Tanjung Buntung di Bengkong dalam kondisi tak sadarkan diri, Kamis (14/10).
Informasi yang diperoleh, remaja perempuan tersebut diduga tenggelam di pantai hari itu. Ia hanya mendapatkan penanganan dari petugas jaga yang kala itu hanya bidan Yanti.
Didi turut menyayangkan kualitas pelayanan yang buruk disalah satu puskesmas di Kota Batam tersebut. Dari informasi yang dia terima, korban diantar ke puskesmas, korban tenggelam itu tidak memperoleh pertolongan pertama karena tidak ada Dokter yang berjaga.
” Iya, saya juga terima videonya dari pak Wali Kota Batam (Muhammad Rudi). Kemaren saya mau langsung panggil Kepala Puskesmas ( Kapus)nya tetapi ternyata sudah dipanggil juga sama inspektorat,” ujar Didi.
Menurut Didi, ketiadaan dokter jaga di puskesmas adalah kesalahan fatal. Seharusnya, di tiap-tiap puskesmas terdapat paling tidak satu dokter dan sopir angkut Ambulan di puskesmas untuk mengantisipasi kejadian darurat.
Didi mengatakan, ia mendapat informasi awal dari pihak puskesmas, bahwa korban telah dalam keadaan meninggal ketika dibawa ke puskesmas Tanjungbuntung. Kondisi ini disebut Death on Arrival (DoA).
“Dapat informasi awal katanya sudah dalam keadaan meninggal, tapi nanti kita cek lagi. Karena bidan kan tidak bisa memberikan pernyataan korban meninggal atau tidak, itu seharusnya dilakukan dokter”, ujar Didi.
Sebelumnya, jabatan Kepala Puskesmas Tanjungbuntung dijabat oleh Suryani. Tetapi kini jabatan tersebut sudah diganti oleh Pra Reda Gusti, SKM, yang sebelumnya menjadi sebagai Kepala UPT puskesmas Rempang Cate.
Pelantikan Kapus baru digelar pagi ini, bersamaan dengan lima pejabat baru lainnya.(nit)
![]()

Tingkat kan di semua Kesehatan kota batam termasuk Di setiap puskesmas batam!!!
Biar tidak ada lagi korban saat DARURAT. Tq