KEPALA KAMPUNG YAMARA TERIMA – KASIH KARENA DIPERIKSA OLEH INSPEKTORAT KEEROM
Papua || istanarajyat.et Pada hari Rebu tanggal 12 Januari 2022 kontributor Media istana rakyat Papua di minta mewawancarai kepala kampung dan aparat kampung Yamara perihal pemerikasaan hari ini.
Dalam keterangan kepala kampung sangat berterima – kasih inspektorat Keerom sudah sudi memeriksa atas kegiatan yang dilakukan oleh kampung Yamara.
Dalam pemeriksaan bila mana timbul selisih atau apapun maka saya selaku kepala kampung akan bertanggung – jawab.
Saya kerja sesuai RAB dalam pertanggung – jawaban ke BPMK namun praktek di lapangan dana tersebut saya gunakan untuk bantuan covid 19. Ada perintah bupati.
Saya tidak mengerti Kenapa hanya kampung saya yang di periksa. Coba lakukan pemeriksaan di seluruh kampung – kampung di Keerom.
Saya walaupun anak adat dan tidak pernah meminjam dana rentenir untuk ijon dana desa .Sudah menjadi rahasia umum begitu banyak aparat kampung di Keerom yang meminjam dana rentenir dengan bunga yang sangat besar.Pertanyaan saya bagaimana pertanggung – jawabannya di LPJ sedangkan dananya dipakai membayar bunga rentenir.
Saya senang bila ada perbaikan cara pemakaian dana DD tapi jangan hanya kampung tertentu supaya tidak ada kesan sentimen. Saya anak adat seharusnya di bina dan dibimbing bukan di binasakan.
Kalau mau di binasakan saya juga akan membuat gerakan yang sama.
Saya akan selalu mendukung kebijakan bupati asalkan demi kebaikan Keerom.
Saya juga kepala suku besar pastinya saya akan senang kalau ada kemajuan buat masyarakat kami di Keerom.

Saya tidak ada masalah pribadi dengan bupati. Saya mendukung penuh semua kebijakan bupati. Termasuk surat perintah bupati nomor : 412/ 1462/ BUP.
Perihal : penegasan penyaluran BLT dana desa TA 2021. Semoga setelah kampung Yamara kedepan sikap pembinaan lebih diutamakan dari pada pembinasaan seorang kepala kampung. Kami kepala kampung terpilih bukan karena kami mampu semata tapi kami terpilih karena ketokohan.
Saya meminta dampingilah kami dalam mengelola kampung sehingga tidak terjadi kesalahan lagi kedepan.
Bagi teman – teman saya selaku kepala kampung di Keerom yang saat ini sudah banyak yang tergabung di AK3 agar kejadian di kampung Yamara menjadi contoh .
Saya juga berpendapat bahwa tidak semua kepala kampung itu bisa bekerja sesuai dengan ekspetasi masyarakat.
Pasti ada kekurangannya.
Mari Kita selalu mendukung program bupati demi kemajuan Keerom yang kedepan.
Saya longginus Fatagur S. Sos selaku kepala kampung Yamara dan kepala suku besar
menyampaikan rasa terima – kasih yang sebesar besarnya kepala bupati Cq. Inspektorat Keerom. Terima Kasih saya ucapkan kepada warga masyarakat Yamara atas kepercayaan memberikan amanat kepada saya sebagai kepala kampung.
Mari kita bangun Yamara kedepan dengan kebersamaan bukan dengan permusuhan.
Ingat jabatan kepala kampung hanya sementara sedangkan jabatan saya sebagai kepala suku besar akan melekat kapada saya sampai kapanpun.
Dimana kampung ini merupakan wilayah ulayat suku.
Demikian akhir wawancara bp. Longginus Fatagur S. Sos dengan MIR) Papua.
Warta tapal batas Ufuk timur NKRI.
TONJOKUD.
![]()
