CV. Radikkarya Diduga Melanggar Pasum dan Pasos
Kota Tanggerang | jelajahlintasindonesia.com- Proyek Drainase/gorong-gorong yang dikerjakan CV. Radikkarya diduga melanggar pasum dan pasos, pengerjaan Drainase Gorong- gorong yang berlokasi di jalan , KH. Mas Mansyur, pinang Bojong kota Tangerang
Rt , 003 / 003, dengan menyerap anggaran biaya APBD tahun 2023 senilai Rp . 319,983,000, sumber pajak dari masyarakat.
Dari awal pekerjaan Drainase dimulai sudah mendapat reaksi miring warga sekitar komplain, karena galian tersebut.
Seperti yang dikeluhkan oleh salah satu warga setempat yang tidak mau dipublikasi namanya, menyatakan bahwa dirinya, ” Saya melihat galian ini sangat mengkhawatirkan, karena ada kabel tanam optik PLN yang posisinya persis depan rumah pegawai kejaksaan ” selain itu menjelang sore hari sampai malam Menimbulkan kemacetan panjang tak terkendali, Akibat gundukan tanah bekas galian menumpuk di pinggir jalan jelasnya.
Dirinya juga sempat menghubungi mandor Amin melalui sambungan selulernya dan meminta agar mandor tersebut datang kelokasi galian, namun Amin tidak datang dengan alasan sedang berada di Depok buang tanah pungkasnya.
Beberapa jam kemudian Awak media mencoba menghubungi Mandor Amin, namun jawabannya pun alih-alih sedang berada di Depok buang tanah.

Bukan hanya dari masyarakat sekitar, pengerjaan Galian drainase gorong-gorong tersebut, juga di komplain oleh pemilik gudang gas ( Rama ) karena sangat menghambat aktivitas pekerjanya dalam mendistribusikan bahan bakar gas bersubsidi, jelas Rama
saat ditemui awak media digudangnya.
Pada dasarnya saya tidak keberatan bahkan mendukung dengan adanya pekerjaan Drainase ini agar dapat meminimalisir banjir. Tapi saya minta kepada pelaksana selaku penanggung jawab proyek agar didepan pintu keluar masuk armada saya yang terkena galian, dikerjakan pada hari libur ( Minggu ) sehingga tidak menghambat aktifitas pengiriman gas subsidi kebutuhan masyarakat. Kemudian bekas galianya
dipasang pelat atau jenis lainnya
agar armada operasional bisa keluar masuk Pungkas Rama.
Masih ditempat yang sama, Tur silam wakil mandor saat dikonfirmasi awak media dan pemilik gudang menyatakan bahwa dirinya akan menyampaikan keluhan masyarakat kepada pimpinannya.
Yang sangat mengherankan saat awak media konfirmasi ulang terhadap mandor melalui WhatsApp menjawab .!
” Saya bukan lepas tangan , saya sudah laporan kedinas diberi arahan dari dinas, supaya loncatin saja dulu pekerjaan nya kalau memang belum boleh di gali ” jawab mandor amin yang sulit ditemui saat mau konfirmasi terkait galian drainase tersebut, sehingga berita ini ditayangkan.
( Erick, H / Red )
![]()
