Kepala TU MTsN 7 Kabupaten Tangerang Hadiri Tasyakuran HAB ke-80 Kemenag, Serukan Kerukunan dan Sinergi untuk Indonesia Damai

0
Spread the love

 

Kabupaten Tangerang |jelajahlintasindonesia.com – Kepala Tata Usaha (TU) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 7 Kabupaten Tangerang, Jamaludin, S.Pd.I, menghadiri acara Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026 yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan sarat makna sebagai refleksi pengabdian Kementerian Agama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan umat.

Acara tasyakuran ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dan pejabat penting, di antaranya KH Pudoli selaku penceramah dari Kecamatan Sindang Jaya, KH Ahmad Ropiudin Mufassir, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, H. Amrullah. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan kuatnya komitmen bersama dalam meneguhkan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan persatuan bangsa.

Dalam keterangannya, Jamaludin, S.Pd.I, menyampaikan bahwa peringatan Hari Amal Bakti ke-80 merupakan momentum penting untuk melakukan refleksi sekaligus penguatan peran Kementerian Agama, khususnya dalam membina kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.

“Peringatan HAB ke-80 ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis sebagai penjaga harmoni, perawat toleransi, serta penguat persatuan di tengah keberagaman suku, budaya, agama, dan keyakinan, khususnya di Kabupaten Tangerang,” ujar Jamaludin.

Ia juga menegaskan bahwa satuan pendidikan madrasah, termasuk MTsN 7 Kabupaten Tangerang, memiliki tanggung jawab moral untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama kepada peserta didik sejak dini.

“Madrasah harus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak, toleran, dan mampu hidup berdampingan secara damai,” tambahnya.

Sementara itu, KH Pudoli, dalam tausiyahnya, mengajak seluruh umat untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat ukhuwah di tengah perbedaan yang ada.

“Kerukunan umat adalah kunci utama terciptanya kedamaian. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai rahmat yang memperkuat persatuan bangsa,” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, KH Ahmad Ropiudin Mufassir menekankan pentingnya sinergi antara ulama, umara, dan masyarakat dalam mewujudkan tema HAB ke-80 secara nyata.

“Sinergi adalah kekuatan. Jika ulama, pemerintah, dan masyarakat berjalan seiring, maka cita-cita Indonesia yang damai dan maju akan mudah terwujud,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, H. Amrullah, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, tokoh agama, serta lembaga pendidikan keagamaan yang terus berperan aktif menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan beragama di Provinsi Banten.

“Kementerian Agama akan terus berkomitmen menjadi perekat persatuan bangsa, pengayom seluruh umat beragama, serta penggerak utama moderasi beragama demi terwujudnya Indonesia yang rukun, damai, dan berkemajuan,” tegas H. Amrullah.

Acara tasyakuran HAB ke-80 Kementerian Agama ini ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar Kementerian Agama senantiasa diberikan kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.(Red)

 

 

Loading

Nanang Soedjana
Author: Nanang Soedjana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!