Respons Cepat LMI Rescue, Tiga Relawan Dikerahkan Bantu Penyintas Gempa M7,7 di NTT

0
Spread the love

 

NTT | jelajahlintasindonesia.com – Respons cepat dilakukan Relawan Nusantara Penanggulangan Bencana (RNPB) LAZNAS LMI menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026)

Berdasarkan data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (15/8) pukul 21.00 WIB, sebanyak 48 orang meninggal dunia dan 110 orang mengalami luka-luka. Selain itu, 3.839 warga terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

Dampak gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga. BNPB mencatat sebanyak 373 rumah terdampak, terdiri dari 159 rumah rusak berat, 47 rumah rusak sedang, dan 167 rumah rusak ringan.

Tidak hanya permukiman, sejumlah fasilitas publik turut terdampak. Data sementara mencatat 36 fasilitas pendidikan, 211 fasilitas kesehatan, satu gudang Bulog, 11 fasilitas umum, lima rumah ibadah, dan enam unit kantor mengalami kerusakan atau terdampak gempa.

Selain itu, satu unit KDMP dan satu unit Makayonif juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Namun, angka tersebut masih bersifat sementara. Proses asesmen dan verifikasi di sejumlah wilayah terdampak terus dilakukan petugas gabungan sehingga jumlah korban maupun kerusakan berpotensi mengalami perubahan.

Merespons kondisi tersebut, RNPB LAZNAS LMI mengerahkan tiga personel RNPB Chapter NTT untuk bergabung dalam operasi kemanusiaan di wilayah terdampak.

Para relawan bergerak bersama tim gabungan untuk melakukan pemantauan, asesmen, sekaligus memberikan bantuan pangan dan non-pangan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto, mengatakan respons awal difokuskan pada pemetaan kondisi masyarakat dan identifikasi kebutuhan mendesak di lokasi bencana.

“Tim terus melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Kami bersama tim gabungan berupaya memastikan bantuan pangan dan non-pangan dapat diberikan kepada masyarakat yang terdampak,” ujar Susanto.

Sementara itu, Manajer LMI Perwakilan Bali, Ramadhani, menegaskan pentingnya koordinasi dalam setiap respons kebencanaan. Menurutnya, sinergi dengan berbagai pihak diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“LMI terus berkoordinasi dengan tim di lapangan dan berbagai pihak terkait untuk memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” katanya.

Dari NTT, Juan dari RNPB Chapter NTT menyampaikan bahwa proses pemantauan dan asesmen masih terus berlangsung bersama petugas gabungan.

“Kami masih terus melakukan asesmen dan pemantauan di lapangan. Bantuan pangan dan non-pangan diberikan kepada masyarakat yang terdampak sesuai dengan kebutuhan yang ditemukan di lokasi,” jelasnya.

Guncangan gempa juga dirasakan hingga sejumlah wilayah di luar NTT. Di Kabupaten dan Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), kondisi masyarakat secara umum dilaporkan kondusif. BPBD Kota Bima tetap melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan dampak guncangan.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Pusat Pengendalian Operasi BNPB menerima laporan bahwa BPBD setempat telah mendirikan pos pengungsian di tiga lokasi, yakni Kecamatan Pasimarannu, Pasilambena, dan Takabonerate.

Di tengah situasi yang masih dinamis, petugas gabungan terus melakukan asesmen, pendataan, dan pemantauan kondisi masyarakat. Langkah tersebut penting untuk memastikan setiap kebutuhan darurat dapat segera ditindaklanjuti.

RNPB LAZNAS LMI menegaskan komitmennya untuk terus bergerak bersama tim gabungan dalam memberikan respons kemanusiaan bagi masyarakat terdampak. Bantuan tidak hanya diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pendampingan dan pemantauan kondisi warga selama masa tanggap darurat.

Gerak cepat relawan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi situasi bencana seorang diri. Di tengah keterbatasan dan kondisi yang terus berubah, kolaborasi menjadi kunci agar respons kemanusiaan dapat berlangsung cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

 

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!