Usai Terima Tongkat Komando, Kepala KPR Rutan Medaeng Langsung Sidak Kamar Hunian Warga Binaan
SURABAYA| jelajahlintasindonesia.com– Serah terima tongkat komando Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (KPR) Kelas I Surabaya langsung diikuti langkah tegas. Usai menerima amanah sebagai Kepala KPR Rutan Medaeng, Andra Naftali Gustaf Vano langsung menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan pemeriksaan kamar hunian warga binaan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengamanan sekaligus mengantisipasi masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan Rutan Kelas I Surabaya.
Sidak menjadi pesan awal kepemimpinan baru bahwa aspek keamanan dan ketertiban tidak boleh lengah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi kamar hunian tetap aman serta meminimalisir potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Tristiantoro Adi Wibowo, memberikan dukungan penuh terhadap langkah cepat yang dilakukan Kepala KPR bersama jajaran pengamanan.
“Kami mendukung penuh langkah pemeriksaan dan pengawasan yang dilakukan jajaran KPR. Pengamanan harus dilaksanakan secara konsisten dan terukur. Setiap potensi masuknya barang terlarang harus diantisipasi sejak dini,” ujar Tristiantoro.
Menurutnya, pemeriksaan kamar hunian merupakan bagian dari deteksi dini dan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kami ingin memastikan Rutan Kelas I Surabaya tetap dalam kondisi aman dan kondusif. Pengawasan tidak boleh kendor dan seluruh petugas harus memiliki kewaspadaan yang sama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala KPR Kelas I Surabaya, Andra Naftali Gustaf Vano, mengatakan sidak tersebut merupakan langkah awal untuk melakukan konsolidasi sekaligus memastikan standar keamanan berjalan di lapangan.
“Setelah menerima amanah sebagai Kepala KPR, saya bersama jajaran langsung melakukan pemeriksaan kamar hunian. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga,” ungkap Andra.
Andra menegaskan bahwa pemeriksaan dilakukan sebagai upaya pencegahan, bukan semata-mata menunggu terjadinya pelanggaran.
“Kami akan terus melakukan deteksi dini. Potensi masuknya barang terlarang harus dicegah. Kami juga mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjalankan tugas sesuai prosedur,” tegasnya.
Menurut Andra, pengamanan rutan membutuhkan konsistensi dan kerja sama seluruh petugas. Pemeriksaan kamar hunian akan menjadi salah satu langkah yang terus diperkuat dalam rangka menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Sidak tersebut juga menjadi momentum bagi jajaran pengamanan untuk memastikan tidak terdapat celah yang dapat dimanfaatkan untuk memasukkan maupun menyimpan barang yang dilarang berada di dalam rutan.
Selain pemeriksaan kamar, pengawasan terhadap aktivitas warga binaan dan lingkungan rutan juga menjadi perhatian jajaran KPR. Setiap perkembangan yang berpotensi mengganggu keamanan akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Langkah cepat Kepala KPR tersebut menunjukkan bahwa pergantian kepemimpinan tidak hanya ditandai dengan serah terima jabatan, tetapi langsung diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata di lapangan.
Bagi Rutan Kelas I Surabaya, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama dalam menjalankan seluruh program pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan.

Dengan kepemimpinan baru di jajaran KPR, Rutan Kelas I Surabaya menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan, meningkatkan kewaspadaan, serta menutup setiap celah yang berpotensi menjadi pintu masuk barang terlarang.
Tongkat komando boleh berganti, tetapi komitmen pengamanan tidak boleh berhenti. Sidak dan pemeriksaan menjadi langkah awal Kepala KPR baru untuk memastikan Rutan Medaeng tetap aman, tertib, dan kondusif.
![]()
