Arnold Datangi Bank Mandiri Batam di Nagoya, Ngaku Rugi Rp 2,1 M, Begini Kronologinya

0
Spread the love

BATAM I ISTANARAKYAT.NET – Seorang nasabah Bank Mandiri, Ahmad Syahbudin alias Arnold mendatangi Kantor Cabang Bank Mandiri Nagoya di Jalan Imam Bonjol, Lubuk Baja, Batam, Kepri, Jumat (22/10/2021).

Kedatangannya itu untuk menanyakan perihal proses pengambilan uang menggunakan cek dan diduga ada pemalsuan tanda tangan oleh rekan bisnisnya.

Akibat kejadian itu, Arnold mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 2,1 miliar.

Melalui proses yang panjang, akhirnya Arnold dapat bertemu langsung dengan Kepala Cabang Bank Mandiri Imam Bonjol, Agung Wahyu.

Dalam kesempatan itu, Arnold menerangkan kronologi kejadian berawal saat ia bekerja sama dengan PT Habsibah sebagai investor.

Mereka bersepakat untuk membuat perjanjian kerja sama atas proyek yang berada di PT Siemens Indonesia.

Dengan ada kerja sama itu, maka disepakati secara bersama-sama untuk mendaftar rekening PT Habsibah di Kantor Cabang Bank Mandiri Imam Bonjol Lubuk Baja dengan beberapa ketentuan.

Pertama, untuk proses pencairan cek harus mendapatkan persetujuan kedua belah pihak dengan membubuhkan tanda tangan (specimen) para pihak di atas cek yang hendak dicairkan itu.

Kedua, setelah cek ditanda tangani para pihak, maka diharuskan Bank melakukan konfirmasi (validasi) kepada para pihak untuk mengetahui kebenaran tanda tangan itu adalah tanda tangan para pihak.

Namun hal itu diduga tidak dilakukan oleh pihak Bank Mandiri, khususnya kantor cabang Imam Bonjol.

“Dengan tidak dilaksanakannya tugas dari pihak bank, maka sekarang saya mengalami kerugian uang sekitar Rp 2,1 miliar,” kata Arnold kepada sejumlah awak media.

Ia mengaku tidak mengetahui dan tidak menandatangani semua cek yang dicairkan oleh pihak PT Habsibah.

Karena itu, Arnold menduga tanda tangannya dipalsukan untuk proses pencairan cek itu.

“Jadi saya datang untuk meminta bukti-bukti cek yang membubuhkan tanda tangan palsu itu,” ujar Arnold.

Lebih lanjut, ia melalui kuasa hukumnya juga telah mengirimkan surat somasi kepada pihak Bank Mandiri Kantor Cabang Imam Bonjol, Lubuk Baja.

Namun jawaban dari somasi tersebut berbunyi, tentang prosedural untuk mendapatkan cek yang diduga dipalsukan tanda tangan itu.

Sebelum kejadian ini, Arnold mengaku juga pernah mendatangi kantor cabang Bank Mandiri Imam Bonjol untuk menyampaikan keluh kesahnya.

Semua bukti perjanjian sudah ditunjukkan. Namun di lapangan, cek atas nama rekening PT Habsibah masih tetap bisa dicairkan walaupun tidak pernah ditanda tangani Arnold.

Pantauan awak media, di sekitar lokasi Bank Mandiri Nagoya saat itu, tampak sejumlah personel Polisi dari Polsek Lubuk Baja dan awak media sedang berkumpul di depan pintu masuk Bank Mandiri Nagoya.

Tepat pada pukul 11.50 WIB, pertemuan Arnold dengan Agung Wahyu berakhir.

Dalam kesempatan itu Arnold mengatakan, ia telah diperkenankan oleh Agung Wahyu untuk melihat 4 lembar kertas cek yang terdapat tanda tangannya yang diduga dipalsukan.

“Iya tadi saya diperlihatkan cek yang terdapat tanda tanganku dipalsukan. Ada 4 lembar cek yang diperlihatkan tetapi tidak diperbolehkan untuk difoto.

Dari 4 lembar cek itu masing-masing tercatat jumlah uangnya.

Ada yang Rp 50 juta dan Rp 90 juta,” kata Arnold kepada awak media.

Ia menduga jika cek yang diperlihatkan itu hanya sampel saja, bukan keseluruhan dari jumlah kerugian sebesar Rp 2,1 miliar itu.

Dalam kesempatan itu, Arnold juga menyebutkan akan bertandang langsung ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Kemarin ke OJK juga kita tembuskan somasi. Maka sudah sewajarnya juga mendatangi untuk berkeluh kesah dan menceritakan peristiwa yang menimpa diriku ini,” ucap Arnold.

Sementara itu, sebelum berita ini dipublikasi, awak media, sudah mencoba menghubungi nomor pribadi Direktur PT Hapsibah atas nama Juli Dumaini untuk melakukan konfirmasi terkait dugaan pemalsuan tanda tangan tersebut.

Namun Juli Dumaini tidak berkenan untuk menjawab pesan WhatsApp dan telepon dari awak media.

Sedangkan Kepala Cabang Bank Mandiri Imam Bonjol Agung Wahyu saat ini belum memberikan keterangan kepada wartawan.

“Sabar ya pak, nanti kita jadwalkan waktunya untuk sesi wawancara bersama Bapak Agung,” ujar seorang sekuriti di sana.(rr)

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!