Tragis Bocah Kakak Beradik Tenggelam di Kolam Tol

0
Spread the love

MEDAN | ISTANARAKYAT.NET – Tragis bocah abang beradik tewas. Muhamad Rendi (10) dan Dila Permata Sari (8) warga Jalan Suasa Tengah, Gang Jumarik, meregang nyawa setelah nyemplung di kolam tol, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli, Medan, Senin (7/12/2020).

Informasinya yang diterima, sebelum keluar rumah, Rendi membawa adiknya Dila pamitan dahulu kepada ibunya Sumiati untuk bermain-main. Setelah pamitan kepada ibunya, lalu Rendi menggoes sepeda dan membonceng Dila keluar dari Gang rumah mereka.

Janji hanya sebentar saja, terakhir Sumiati gusar karena kedua anaknya belum juga pulang ke rumah sampai siang hari. Lantas Sumiati bergegas keluar untuk mencari tahu keberadaan kedua anaknya kepada teman-teman sepermainnya.

Mendapat kabar Rendi dan Dila mengarah pergi ke pagar tol PT Jasa Marga lalu Sumiati berlari kecil mengejar ke arah tembok tol yang sebahagian telah ambruk.

Keberadaan Rendi dan Dila di dalam lokasi tol semakin meyakinkan Sumiati setelah ditemukannya sepeda yang dibawa Rendi terparkir di pinggir pagar tol.

Betapa terkejutnya Sumiati setelah dilihatnya Rendi telah mengapung di atas permukaan air kolam korekan jalan tol di ruas jalan tikungan Tanjung Mulia antara tol Binjai, tol Belawan dan tol Tanjung Morawa.

Warga sekitar yang melihat jenazah Rendi yang mengapung, langsung menjatuhkan diri dan mengevakuasinya. Dan kemudian jenazah adiknya Dila ditemukan kembali di bawah permukaan air.

Humas PT HKI Alfin Sinaga menerangkan sebenarnya kolam yang menenggelamkan korban dibuat untuk menjadi resapan air dikala banjir datang.

“Karena banyak warga yang menjadi korban kebanjiran di dekat kawasan tol maka kami mempunyai inisiatif untuk membuat kolam resapan air,” jelasnya.

Namun saja setelah wartawan menanyakan keberadaan kolam tol yang tak memberikan tanda serta himbauan kepada warga. Alfin Sinaga menjawab kalau kolam resapan air telah diberikan tanda, namun saja tanda tersebut telah dirusak orang lain.

“Kolam yang dalamnya 2 meter telah kita beri tanda serta himbauan. Sehingga masyarakat bisa mengetahuinya,” ungkap Alfin Sinaga.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Andi SH membenarkan kejadian yang menewaskan dua bocah itu.(ts/to).

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!