“Pemerhati Tanaman Mangrove Tepi Pantai Matani”

0
Spread the love

MINAHASA SELATAN | ISTANARAKYAT.NET – Desa Matani Kecamatan Tumpaan terdapat area tepi pantai yang dapat dikategorikan air pasang surut. Area ini berada dalam hamparan tanah berair asin dengan luas kurang lebih 3-5 hektar.

Seorang pemerhati tepi pantai Matani, yang juga berprofesi sebagai Nelayan, Julian Bawintil dengan kesadaran sendiri menanam pohon Mangrove di area lahan berair asin tepi pantai ini sejak 2006 silam.

Ketika Media Istanarakyat.net menemuinya disekitar lahan tanaman mangrove untuk menginformasikan terkait kegiatan penanaman pohon Mangrove, Julian Bawintil menyebutkan bahwa sebagai Nelayan saya merasa terpanggil untuk menjadi bagian dari “Alam Tepi Pantai” yang sejuk dan aman dari terjangan ombak yang sewaktu-waktu menerpa hamparan tepi pantai Matani ini, sambil menunjuk area “kebun mangrove” yang sebelumnya hanya hamparan berpasir tanpa pepohonan mangrove, tuturnya.

Sejak tahun 2006 silam saya berupaya menanam pohon mangrove dengan mencari bibit pohon Mangrove dari beberapa tempat yang memiliki bibitnya. Selain itu saya belajar untuk membudidayakan bibit mangrove secara mandiri agar lebih gampang untuk percepatan penanaman pohon Mangrove di tempat ini, disamping menekuni profesi sebagai nelayan, paparnya.

Seorang tokoh masyarakat, sekaligus Rohaniwan Kristen asal desa Matani Satu, Defris Porayow ketika dikonfirmasi media istanarakyat.net menyatakan, tentang kiprah seorang Julian Bawintil sesungguhnya adalah pemerhati tanaman mangrove secara mandiri berinisiasi melakukan penghijauan tepi pantai, khususnya di area tanah berair asin yang sebelum ditanami pohon Mangrove hanyalah terlihat hamparan tanah pasir yang gersang seiring dengan pasang surut air laut yang menggenanginya, tetapi berkat tangan dingin seorang Julian Bawintil, maka saat ini hamparan tanah gersang telah menjadi hijau dan sejuk, tuturnya.

Menurut Julian, ditahun 2009 silam lalu dia pernah memperoleh Sertifikat Penghargaan dari Kementerian KLH terkait penanaman pohon Mangrove ini, ketika itu Kabupaten Minahasa Selatan dipimpin oleh Bupati Ramoy Markus Luntungan dan Wakil Bupati Ventje Tuela, S.Sos. Semoga upaya penghijauan tepi pantai ini akan terus terpelihara dengan baik, sebutnya.

Penghijauan tepi pantai Matani dengan penanaman pohon Mangrove di daerah ini tentunya perlu “sentuhan” dari pihak Dinas Lingkungan Hidup ataupun Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup sebagai potensi wisata alam tepi laut yang harus ada perhatian dan pemeliharaan demi pengembangan alam tepi pantai yang menjadi salah satu alternatif wisata alam yang indah, nyaman dan sejuk. (jop)

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!