Diduga KKP tak Bekerja, Ratusan Pukat Trawl Di Belawan Tetap Saja Beraktivitas

0
Spread the love

BELAWAN | ISTANARAKYAT.NET – Sangat disayangkan pernyataan nyeleneh dari Kepala PPSB (Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan) Hendris Maruli Batubara yang mengatakan tidak pernah melihat aktivitas pukat trawl di perairan Belawan, Jumat (23/20/2020).

Dianggap pernyataan Kepala PPSB tersebut sangat membingungkan masyarakat nelayan pesisir Belawan dan omongannya 360 derajat berbalik arah serta sangat rancu.

“Pukat trawl tak ada beroperasi di Belawan, kalau ada laporkan ke Kamla atau ke Polairud,” kata Kepala PPSB Hendris Maruli Batubara saat dikonfirmasi team istanarakyat.net , Senin Lalu.

Dari lontaran pernyataan Kepala PPSB Hendris Maruli Batubara itu terlihat kalau pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan sama sekali tak bekerja.

Anehnya, belum beberapa lama ini oknum aparatur di bawah Kemenhub yang namanya tak mau disebut mengatakan, kalau pukat trawl terus melakukan aktivitasnya.

Malahan katanya dengan gamblang kalau setiap akan berangkat melaut kapal pukat trawl selalu melakukan konvoi sebelum merambah ikan di laut.

Pukat trawl yang menurut aturan dan peraturan dilarang Pemerintah. Dan sebelum melakukan kegiatannya di laut kapal pukat trawl terlebih dahalu membayar upeti kepada pihak terkait di Belawan.

Upeti yang harus diserahkan kapal pukat trawl kepada pihak keamanan laut sebesar Rp 250 ribu per kapal ketika armada yang dianggap sebagai perompak hasil laut itu mendekati laut lepas.

Sebaliknya salah satu nelayan, Emi warga Belawan mengatakan, kapal pukat trawl itu benar adanya. Bahkan kalau beroperasi, pukat trawl dianggap sangat mengganggu para nelayan tradisional.

“Saya melihat langsung dengan mata kepala kalau pukat trawl beroperasi di laut,” ucap Emi ketika berada di pelabuhan Gabion Belawan.

Aktifis nelayan tradisional Rahman Gafigi mengatakan, dianggap ada pembiaran oleh pihak keamanan laut serta diduga ada upeti yang mengalir sehingga aktivitas kapal pukat trawl tetap saja berjalan.

“Masyarakat nelayan menduga adanya upeti yang mengalir buat pihak keamanan di laut dari para pengusaha kapal pukat trawl sehingga mereka (pengusaha,red) tak merasa takut lagi untuk menjalankan usahanya,” kata Rahman Gafigi kepada wartawan melaui telepon selularnya.(TS/TO)

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!