Pelabuhan Rakyat di Karimun Ditutup, Azman Zainal: Berapa Banyak Orang yang Menderita

0
Spread the love

 

Karimun || mediaistanarakyat.net, Sejak Sabtu (22/10/2022) akitivitas pelabuhan rakyat yang di Telaga Tujuh (Kolong), Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dihentikan oleh KSOP Kelas I Karimun.

Penutupan itu menyusul adanya pemberitaan yang menyebut bahwa pelabuhan tersebut menjadi ‘Pelabuhan Hantu’ yang dituding kerap digunakan untuk menyelundupkan berbagai jenis barang-barang ilegal.

Tokoh masyarakat Kabupaten Karimun Azman Zainal sangat menyesalkan tindakan yang ambil oleh KSOP.

Penutupan pelabuhan kolong tidak ada pemberitahuan pemberitahuan dan juga surat tertulisnya dari KSOP Karimun,” ujarnya kepada wartawan, Senin (24/10).

Dikatakannya, pelabuhan kolong telah ada sejak tahun 1986 sebanyak 7 pelabuhan, menjadi tempat banyak orang mencari makan.

Setiap pelabuhan, mencapai 30 orang yang menggantungkan hidupnya menjadi pekerja buruh.

logo
Home Trending Kepri Nasional Internasional Peristiwa Politik Update Covid-19 Advetorial dan Opini Lainnya Dandim Cup 2022 Kodim 0317/TBK

HEADLINE · 24 Okt 2022 13:30 WIB
Pelabuhan Rakyat di Karimun Ditutup, Azman Zainal: Berapa Banyak Orang yang Menderita

Pelabuhan Rakyat di Karimun Ditutup, Azman Zainal: Berapa Banyak Orang yang Menderita
Perbesar

Pelabuhan Rakyat di Karimun Ditutup, Azman Zainal: Berapa Banyak Orang yang Menderita

Karimun, rcmnews – Sejak Sabtu (22/10/2022) akitivitas pelabuhan rakyat yang di Telaga Tujuh (Kolong), Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dihentikan oleh KSOP Kelas I Karimun.

Penutupan itu menyusul adanya pemberitaan yang menyebut bahwa pelabuhan tersebut menjadi ‘Pelabuhan Hantu’ yang dituding kerap digunakan untuk menyelundupkan berbagai jenis barang-barang ilegal.

Tokoh masyarakat Kabupaten Karimun Azman Zainal sangat menyesalkan tindakan yang ambil oleh KSOP.

“Penutupan pelabuhan kolong tidak ada pemberitahuan pemberitahuan dan juga surat tertulisnya dari KSOP Karimun,” ujarnya kepada wartawan, Senin (24/10).

Dikatakannya, pelabuhan kolong telah ada sejak tahun 1986 sebanyak 7 pelabuhan, menjadi tempat banyak orang mencari makan.

Setiap pelabuhan, mencapai 30 orang yang menggantungkan hidupnya menjadi pekerja buruh.

“Jika pelabuhan kolong tidak lagi diperbolehkan adanya aktivitas, ada berapa ratusan orang yang menderita. Utamakan lah perut orang banyak. Pelabuhan kolong tidaklah membongkar barang-barang haram,” kata Azman Zainal.

Lanjutnya, saat ini ada 2 sampai 3 kapal bermuatan seperti LPG, sembako, bahan material bangunan dan berbagai kebutuhan logistik lainnya setiap pelabuhan yang tertahan keberangkatannya, dikarenakan tidak memperoleh izin clearance dari KSOP Karimun.

“Kapal yang sudah berisi muatan barang tidak bisa berangkat, karena dari pihak KSOP tidak mau menandatangi clearancenya,” ungkap Azman Zainal.

Ia menegaskan KSOP Karimun harus dengan cepat menyelesaikan masalah tersebut karena menyangkut kehidupan banyak orang.

“KSOP harus profesional, jangan hanya karena pemberitaan yang miring soal mereka jadi seperti ini. Apabila tidak menanggapi penegasan itu, kita akan lakukan aksi unjuk rasa,” tutur Azman Zainal mengakhiri.

Loading

istanarakyat
Author: istanarakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!