Dari Surabaya ke Flores, LMI Kerahkan Tim Rescue dan Logistik untuk Perkuat Penanganan Gempa NTT
SURABAYA | jelajahlintasindonesia.com – Gelombang kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak. LAZNAS LMI kembali memperkuat operasi kemanusiaan dengan mengirimkan tambahan personel rescue, kendaraan operasional, dan logistik ke wilayah terdampak gempa.
Pada Kamis (20/8/2026), sebanyak dua personel rescue tambahan bersama satu mobil rescue diberangkatkan untuk memperkuat tim LMI yang telah lebih dulu menjalankan respons kemanusiaan di lapangan.
Penguatan tim dilakukan menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Berdasarkan analisis BMKG, episentrum gempa berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dinyatakan berakhir oleh BMKG. Pascagempa utama, tim kemanusiaan terus melakukan pemantauan karena aktivitas gempa susulan masih terjadi di sejumlah wilayah.
Direktur Operasional dan Pengembangan LAZNAS LMI, Johantara Hafiyan Harish Fauzi, mengatakan pengiriman tambahan personel menjadi langkah untuk meningkatkan kekuatan tim dalam merespons kebutuhan masyarakat.
“Hari ini LMI memberangkatkan tambahan dua personel rescue dan satu mobil rescue. Kami juga membawa tambahan logistik untuk mendukung kebutuhan tim dan masyarakat terdampak di lapangan,” ujar Johantara.
Ia menjelaskan, tambahan personel akan mendukung berbagai kegiatan, mulai dari asesmen kondisi masyarakat, distribusi bantuan, dukungan evakuasi, hingga koordinasi dengan relawan dan pemangku kepentingan di daerah terdampak.

“Tim kami akan terus menyesuaikan respons dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Prinsipnya, kami ingin memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara tepat dan efektif,” katanya.
Humanitarian Program LAZNAS LMI, Susanto, menyampaikan bahwa operasi kemanusiaan LMI hingga Kamis (20/8) menjangkau sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, dan Sikka.
Data situasi yang dihimpun LMI Rescue mencatat sebanyak 22.365 rumah mengalami kerusakan. Selain itu, 1.182 orang dilaporkan mengalami luka-luka, 40.040 orang mengungsi, dan 70 orang meninggal dunia.
Dampak gempa juga dirasakan pada berbagai fasilitas publik. Sebanyak 39 ruas jalan, 173 tempat ibadah, 211 fasilitas kesehatan, serta 653 sekolah tercatat terdampak.
“Data di lapangan masih sangat dinamis. Tim terus melakukan asesmen dan pemutakhiran untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat teridentifikasi dengan baik,” kata Susanto.
Kebutuhan mendesak yang saat ini menjadi perhatian meliputi alas tidur, terpal, air minum, dukungan dapur umum, baby kit, family kit, selimut, hygiene kit, genset, dan sembako.
Untuk mempercepat pelayanan, LMI Rescue membagi wilayah operasi ke dalam sejumlah zona. Zona 1 Manggarai Timur difokuskan pada pendirian shelter dan dapur umum, sedangkan Zona 2 Manggarai Barat mencakup pendirian shelter, dapur umum, dan dukungan evakuasi.
Sementara Zona 3 Maumere dan Nagekeo diarahkan untuk kegiatan distribusi logistik, asesmen, dan evakuasi. Pos utama LMI disiapkan di Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, dengan sejumlah pos aju di Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Sikka.
Hingga pembaruan LMI, operasi kemanusiaan tersebut telah menjangkau 1.102 penerima manfaat. Penambahan personel dan kendaraan diharapkan semakin memperkuat mobilitas tim dalam menjangkau wilayah yang membutuhkan bantuan.
“Penambahan personel dan kendaraan hari ini diharapkan membuat mobilitas tim semakin kuat. Kami tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga memastikan proses asesmen, distribusi, dan pendampingan masyarakat berjalan secara berkelanjutan,” ujar Susanto.
Regional Manager LMI Bali Nusra, Achmad Ramadhani Prakoso, mengatakan aktivitas kegempaan di Flores masih menjadi perhatian. Setelah gempa utama M7,7 pada 15 Agustus, gempa susulan masih tercatat terjadi.
Pada Kamis (20/8), gempa M5,7 dilaporkan mengguncang wilayah Ruteng, Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, pembaruan BNPB per Kamis (20/8) pukul 09.00 WIB mencatat dampak gempa dengan 72 orang meninggal dunia, 900 orang luka-luka, dan 82.691 orang mengungsi. Data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan pendataan di lapangan.
LAZNAS LMI memastikan operasi respons kemanusiaan akan terus dilanjutkan bersama relawan dan mitra. Prioritas penanganan diarahkan pada penyelamatan, pemenuhan kebutuhan dasar, distribusi bantuan, serta pendampingan masyarakat terdampak menuju tahap pemulihan.
Dari Surabaya menuju Flores, penguatan tim ini menjadi bagian dari ikhtiar mempercepat bantuan bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana. LMI menegaskan bahwa setiap respons akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.
![]()
